KOSONG ENAM KOSONG DELAPAN
Untuk sederet detik,menit dan jam yang kamu
miliki.
Ini semua berawal dari
ketidaksengajaan yang membuat semua menjadi kebiasan yang buruk. Baru beberapa
ribu detik tak bertemu saja aku sudah rindu. Sebelum melepas pelukanmu ada ketakutan
yang menggebu di hati apa ini akhir jalan hidup kita. Ada kaki yang mengeraskan
telapaknya untuk bertumpu enggan membiarkan peristiwa-peristiwa yang
dihadiahkan olehmu berlalu. Aku cukup kehilanganmu, saat membalik-balikkan
ingatan pada tumpuan peristiwa yang terlewatkan, ada rindu yang berteriakan.
Aku masih ingat betul caramu menjinakkan kekerasan hatiku. Lewat berkilo-kilo
masalah, aku diajari untuk berserah. Lewat berjuta-juta ketidakmungkinan,
percaya kepada tuhan adalah satu-satunya cara yang bisa kulaikun. Lewat tiap
tetes tangis yang luntur dari gumpalan kekecewaan, lahir cerita bahwa aku masih
bertahan. Lewat ketidakadilan yang begitu berat aku rasakan, aku belajar
merelakan. Lewat seluruh pelajaran yang hari ini aku rasakan, mungkin seperti itu
sedih dan bahagia yang bertemu dalam satu paket sederhana.
Dunia kita berbeda,
butuh waktu untuk mengembalikan ini semua. Aku berterima kasih untuk perjalan
dan kejutan yang Tuhan titipkan kepada kita. Aku berterima kasih untuk rentetan
peristiwa yang berhasil mendewasakan. Aku berterima kasih untuk resolusi yang
telah tercentangi. Semoga ini bukan akhir dari segalanya. Semoga manisnya cinta
tak berhenti menari menyajikan cerita. Semoga senyuman-senyuman masih
dihadirkan sebagai tanda kebahagiaan.
Aku tak bisa amnesia
untuk hari ini. Mungkin ini hari yang bakal aku ingat seumur hidupku. Manis nya
masih menggigit hingga ke nadi hati, pahit pun demikian. Pecutan kenangan akan
selalu mengudara menapak diatas kepalaku.
Kosong enam kosong
delapan. Engkau bersejarah engkau dititipkan Cuma sekali dan tak akan kembali.
Semoga engkau akan bersahabat dengan saya dilain waktu nanti. Selamat berpisah.
Terima kasih telah mengukir sejarah.
01.01