Sabtu, 08 Agustus 2015

KOSONG ENAM KOSONG DELAPAN

KOSONG ENAM KOSONG DELAPAN

Untuk sederet detik,menit dan jam yang kamu miliki.

Ini semua berawal dari ketidaksengajaan yang membuat semua menjadi kebiasan yang buruk. Baru beberapa ribu detik tak bertemu saja aku sudah rindu. Sebelum melepas pelukanmu ada ketakutan yang menggebu di hati apa ini akhir jalan hidup kita. Ada kaki yang mengeraskan telapaknya untuk bertumpu enggan membiarkan peristiwa-peristiwa yang dihadiahkan olehmu berlalu. Aku cukup kehilanganmu, saat membalik-balikkan ingatan pada tumpuan peristiwa yang terlewatkan, ada rindu yang berteriakan. Aku masih ingat betul caramu menjinakkan kekerasan hatiku. Lewat berkilo-kilo masalah, aku diajari untuk berserah. Lewat berjuta-juta ketidakmungkinan, percaya kepada tuhan adalah satu-satunya cara yang bisa kulaikun. Lewat tiap tetes tangis yang luntur dari gumpalan kekecewaan, lahir cerita bahwa aku masih bertahan. Lewat ketidakadilan yang begitu berat aku rasakan, aku belajar merelakan. Lewat seluruh pelajaran yang hari ini aku rasakan, mungkin seperti itu sedih dan bahagia yang bertemu dalam satu paket sederhana.

Dunia kita berbeda, butuh waktu untuk mengembalikan ini semua. Aku berterima kasih untuk perjalan dan kejutan yang Tuhan titipkan kepada kita. Aku berterima kasih untuk rentetan peristiwa yang berhasil mendewasakan. Aku berterima kasih untuk resolusi yang telah tercentangi. Semoga ini bukan akhir dari segalanya. Semoga manisnya cinta tak berhenti menari menyajikan cerita. Semoga senyuman-senyuman masih dihadirkan sebagai tanda kebahagiaan.

Aku tak bisa amnesia untuk hari ini. Mungkin ini hari yang bakal aku ingat seumur hidupku. Manis nya masih menggigit hingga ke nadi hati, pahit pun demikian. Pecutan kenangan akan selalu mengudara menapak diatas kepalaku.

Kosong enam kosong delapan. Engkau bersejarah engkau dititipkan Cuma sekali dan tak akan kembali. Semoga engkau akan bersahabat dengan saya dilain waktu nanti. Selamat berpisah. Terima kasih telah mengukir sejarah.

01.01