FAKE SMILE
Di kamus bahasa batak gue Fake Smile
itu 'munafik' dengan kata lain berusaha tersenyum walaupun lagi sakit hati. Ngomongin masalah fake smile gue punya banyak cerita yang
gak bisa gue ceritakan disini.
Cekidot.
Gue pernah baca di salah satu buku, dan ada seorang
professor mengatakan bahwa
‘ada beberapa perkiraan bahwa jika anda dalam waktu panjang melakukan senyum palsu,
anda akan mulai tidak otentik, kapan saja anda bisa menutupinya dengan emosi positif,
tapi akhirnya anda merasa bukan jadi diri anda lagi.’ Nah loh yang sering melakukan fake
smile hati-hati! *tutupmuka*
Yup kita semua pasti pernah kayak
gini, and fake smile make our soul so tired. Beda
rasanya kalau capek badan dengan capek hati, tau kan?
Kalau kamu kebanyakan nebarin senyum palsu pasti bibir mu itu kecapekan senyum mulu, nah
itu aja udah capek plus sakit. Coba ditambah capek hati jadi sakit jiwa
lama-lama. Jujur gue juga pernah ngalamin yang beginian, sering malah. Okelah, kalau masalah kecil masih mau gue ceritain, seperti kekecewaaan, kebahagiaan,
kesedihan, itu masih bisa untuk dibagi ke orang lain, tapi kalau udah masalah yang
‘mendalam’ mending gue pendam sendiri aja.
Segala hal yang kita nggak sukain pun
bakalan terasa menyenangkan kalau kita melakukannya dengan ikhlas, jadi dari pada masang senyum palsu sok menyenangi suatu hal
yang sebenernya kita ngga suka yaudah intinya ikhlas. Oke?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar